PERDANA MENTERI EDOUARD PHILIPPE MEMBUKA PERTEMUAN CAMPUS FRANCE DAN MELUNCURKAN STRATEGI "BIENVENUE EN FRANCE"

Perdana Menteri Edouard Philippe memanfaatkan Rencontres Universitaire de la Francophonie (Pertemuan Universitas Francophonie), yang diselenggarakan oleh Campus France, untuk meluncurkan strategi daya tarik nasional untuk mahasiswa internasional dan untuk mengungkapkan tiga pilar utama dari strategi tersebut.

Perdana Menteri Edouard Philippe meresmikan Pertemuan Campus France edisi 2018, yang didedikasikan tahun ini kepada Francophonie (penutur Bahasa Prancis). Frédérique Vidal, Menteri Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Inovasi dan Jean-Baptiste Lemoyne, Sekretaris Negara untuk Menteri Eropa dan Luar Negeri, berada di sisinya untuk bertemu dengan 400 peserta, perwakilan dari lembaga dan organisasi penelitian Prancis, lembaga diplomatik dan perusahaan bi-nasional dan asing.

Beliau ingin mengingatkan  pentingnya para penutur bahasa Prancis, "bahasa komunikasi dan kreasi, [selain itu juga] bahasa pendidikan" untuk "memenangkan persaingan internasional antara sistem pendidikan tinggi dan penelitian kami". Dia memuji hasil kerja Agence Universitaire de la Francophonie (Badan Universitas La Francophonie/AUF) dan Campus France, dan menetapkan tujuan untuk secara signifikan meningkatkan jumlah co-diplôme dan perjanjian antar institusi untuk mempromosikan pertukaran pelajar internasional dan untuk mencapai 500.000 mahasiswa asing di Prancis pada tahun 2027.

Dalam menghadapi persaingan internasional yang sedang  berkembang, Prancis harus tetap menjadi salah satu pemain utama dalam globalisasi pendidikan tinggi. Itulah sebabnya hari ini kami memperkenalkan strategi "Bienvenue en France". Edouard Philippe, Pertemuan Universitas La Francophonie (Cent-Quatre Paris, 19 November 2018).

Penerimaan yang lebih baik

Pilar pertama dari strategi nasional daya tarik untuk mahasiswa internasional bertumpu pada peningkatan kondisi penerimaan, dan hal ini dimulai dari kontak pertama dengan layanan dari Pemerintah Prancis.

Beberapa tindakan diterapkan tentang penerbitan visa:

  • Harmonisasi dan penyederhanaan dokumen yang diperlukan untuk aplikasi visa pelajar,
  • Penyelarasan dan penyederhanaan dokumen prasyarat pengajuan visa pelajar,
  • Proses pengajuan visa pelajar secara daring (online)
  • Validasi visa daring pada saat kedatangan di Prancis,
  • Prioritas pemrosesan aplikasi visa pelajar di konsulat-konsulat saat tahun ajaran semakin dekat,
  • Kesempatan untuk kembali dan  bekerja di Prancis atau membuat perusahaan dengan izin tinggal/ titre de séjour, untuk mahasiswa asing yang merupakan memiliki ijazah pendidikan tinggi Prancis dari jenjang Master.

Fokusnya akan dititikberatkan pada pengembangan  budaya keramahtamahan lokal dengan keinginan untuk menyelaraskan semua tindakan yang sudah ada dalam lembaga-lembaga Prancis:

  • Penetapan label Bienvenue en France yang diberikan oleh Campus France kepada institusi-institusi yang secara konkret meningkatkan penerimaan mahasiswa internasional,
  • Pengalokasian modal sebesar 10 juta euro oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Inovasi untuk mendukung, mulai sejak September 2019, inisiatif lembaga-lembaga,
  • Sistematisasi guichets uniques (one-stop service / layanan tunggal untuk semua hal),
  • Memberikan pendampingan bagi setiap siswa asing, ,
  • Fasilitasi akses ke tempat tinggal dengan tersedianya informasi dalam bahasa Inggris dari platform Lokaviz dan penyediaan tempat tinggal khusus pelajar penutur bahasa Prancis di Cité Internationale Universitaire di Paris,
  • Penggandaan  jumlah program Français Langue Etrangère - FLE dan program yang diajarkan dalam Bahasa Inggris.

Memastikan keseimbangan finansial yang lebih baik

Untuk memastikan keseimbangan  finansial yang lebih baik, pemerintah akan memberlakukan serangkaian tindakan pada dua tingkat:

  1. Mahasiswa internasional yang bukan warga negara Uni Eropa, Wilayah Ekonomi Eropa atau Swiss sekarang akan membayar biaya pendaftaran universitas sebesar  sepertiga dari biaya aktual program mereka, yaitu € 2.770 untuk jenjang S1 dan 3770 untuk jenjang S2 dan S3.
  2. Jumlah beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa asing akan diperbanyak tiga kali lipat untuk terus mendukung mahasiswa yang kurang mampu: 15.000 beasiswa pembebasan biaya pendaftaran akan diberikan oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis, melalui pos/jalur diplomatik, dan 6.000 beasiswa lainnya akan diberikan oleh institusi pendidikan tinggi Prancis itu sendiri.

1 dari 4 mahasiswa internasional memiliki kesempatan mendapatkan pembebasan biaya kuliah ataupun beasiswa.

Bersinar di kancah internasional

Pemerintah ingin mendorong pendirian lembaga-lembaga Prancis di luar negeri, seperti yang dilakukan ESSEC di Singapura dan Rabat, Ecole Centrale di Beijing dan Casablanca, atau Paris Dauphine di Tunis. Untuk itu, dukungan yang akan dilakukan adalah:

  • langkah-langkah eksplorasi dari lembaga-lembaga Perancis, melalui pengalokasian modal sebesar 5 juta euro oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri,
  • pelaksanaan proyek-proyek yang paling relevan dan solid, melalui pengalokasian dana dukungan sebesar 20 juta euro per tahun terhitung mulai dari tahun 2020

Semua detil dari strategi "Bienvenue en France" dapat ditemukan dalam siaran pers

 

Publié le : 26/03/2019 à 10:23
Mis à jour le : 30/04/2019 à 05:04